2022-03-01 12:59:50 | Natindo Cargo

Panduan Import Barang dari China Untuk Para Pemula

Meningkatnya permintaan barang di berbagai e-commerce dan platform online membuat banyak orang berpikir bahwa memulai bisnis online sendiri tampaknya bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Siapa pun bisa melakukannya dengan mencari supplier asal China, membeli produk berbiaya rendah, kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Tentu pemikiran tersebut memang logis dan tidak mustahil, namun hanya jika dilakukan dengan langkah yang benar dan perencanaan yang matang. Jika Anda adalah seorang pemula yang belum pernah melakukan import barang dari China sebelumnya, ada banyak informasi yang harus Anda pelajari terlebih dahulu. Berikut panduan lengkapnya.

cargo import barang dari china di pelabuhan

1. Pelajari Produk Anda

Saat akan melakukan import barang dari China, hal pertama dan terpenting yang harus Anda lakukan adalah mempelajari produk yang Anda pilih.

  • Niche: Mengetahui niche produk dapat membantu Anda memperkirakan harga jual dan melihat seberapa tinggi permintaan pasarnya. Titik awal yang paling baik untuk menentukan niche yang tepat adalah dengan memilih jenis produk yang sesuai dengan minat dan hobi Anda.
  • Kompetitor: Memilih barang yang banyak dicari di pasaran memang tampaknya akan mendatangkan lebih banyak keuntungan. Namun pahami juga bahwa semakin banyak dicari, maka akan semakin banyak pula kompetitornya. Kecuali Anda sudah memiliki konsumen loyal, sebaiknya carilah jenis barang yang memiliki sedikit kompetitor.
  • Ukuran: Jika Anda memiliki anggaran yang terbatas, pilihlah jenis produk dengan ukuran kecil karena ini membantu untuk mengurangi biaya pengiriman secara signifikan.

2. Temukan Supplier

Salah satu cara termudah menemukan supplier asal China adalah melalui marketplace online seperti Alibaba, JD.com, Taobao, Aliexpress, dan lain sebagainya. Berikut beberapa hal yang harus Anda ketahui saat mencari supplier.

  • Latar Belakang: Mengecek latar belakang supplier membantu Anda untuk lebih mudah menghindari penipuan. Beberapa hal yang harus Anda periksa di antaranya mencakup reputasi, lokasi operasi, cakupan bisnis, serta profile perusahaan.
  • MOQ: MOQ adalah singkatan dari Minimal Order Quantity, yaitu jumlah minimum barang yang harus Anda beli dalam satu kali transaksi. Semakin banyak barang yang Anda beli, biasanya akan semakin murah pula harga per unitnya.
  • Sampel Produk: Sebelum menyepakati pembelian, sangat disarankan bagi Anda untuk membeli sampel produk terlebih dahulu guna memastikan kualitasnya.
  • Waktu Produksi: Jika Anda menjadi langganan tetap, ada baiknya untuk menanyakan waktu produksi yang dibutuhkan untuk membantu Anda memperkirakan kapan harus memesan produk kembali sebelum stok di gudang habis.

Anda juga bisa menyerahkan kebutuhan belanja di marketplace China pada Natindo Cargo. Natindo sangat berpengalaman melayani klien jasa belanja dari marketplace online China, sehingga proses pembelian, pengiriman dari supplier lebih efisien dan efektif.

suasana gudang import barang dari china

3. Tentukan Metode Pengiriman

Umumnya, ada dua metode pengiriman yang paling banyak digunakan saat mengimport barang dari China.

  • Angkutan Udara: Angkutan udara cocok untuk jenis pengiriman kargo dengan volume sedang. Kelebihan utama yang ditawarkan oleh metode ini adalah waktu pengiriman yang lebih singkat, sehingga merupakan pilihan yang baik jika Anda membutuhkannya dalam waktu cepat.
  • Angkutan Laut: Angkutan laut menyediakan dua jenis pengiriman, yaitu FCL (Full Container Load) dan LCL (Less than Container Load). FCL mewajibkan Anda untuk menyewa satu kontainer penuh sehingga lebih cocok untuk jenis kargo dengan volume besar. Sementara LCL memperbolehkan Anda untuk berbagi kontainer dengan pengirim lainnya, sehingga metode ini memungkinkan jumlah pengiriman yang lebih kecil dengan biaya ekonomis.

4. Kalkulasikan Anggaran

Setelah mempelajari langkah-langkah penting di atas, hal yang selanjutnya harus Anda lakukan adalah memperkirakan berapa anggaran yang Anda butuhkan.

  • Produk: Untuk menghitung modal, hitunglah harga produk berdasarkan MOQ yang berlaku. Namun untuk menentukan keuntungan, hitung berdasarkan harga per unitnya.
  • Transportasi: Biaya pengiriman bisa bervariasi tergantung metode dan angkutan yang Anda gunakan.
  • Bea Cukai: Tarif bea cukai yang ditetapkan pemerintah adalah 7,5% untuk produk umum, 15% - 20% untuk produk tas, dan 25% - 30% untuk produk sepatu.
  • PPN dan PPh: Untuk setiap barang impor yang masuk ke Indonesia umumnya akan dikenakakan PPN sebanyak 10% dan PPh sebanyak 10%.

 

Itu dia beberapa hal penting yang harus Anda pelajari sebelum memutuskan untuk memulai bisnis import barang dari China sendiri. Pastikan Anda sudah membuat perhitungan yang matang dengan mempertimbangkan semua faktor yang mempengaruhi struktur biaya dan laba penjualan. Dengan perencanaan yang lebih terukur, ini akan membantu untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda ke depannya.

Bagikan

Artikel Terkait

Kenali Perbedaan Jasa Pengiriman Logistik dan Freight Forwarding
Baca Selengkapnya
Kenali Konsep Tujuan, Cara kerja & Jenis Kuota Impor
Baca Selengkapnya
Ide Packing Barang Untuk Bisnis Impor Anda
Baca Selengkapnya
Perbedaan Door To Door & Port To Port
Baca Selengkapnya
Simak Tips Anti Gagal Pilih Ekspedisi Impor
Baca Selengkapnya
Trend Peluang Bisnis Impor Tahun 2023
Baca Selengkapnya
Konsultasi Gratis Sekarang!