2024-05-08 17:40:27 | Natindo Cargo

Dampak Impor Untuk Perekonomian

Dampak impor terhadap perekonomian dapat kita lihat dalam beberapa aspek. Misalnya pada tingkat mikro, impor mempengaruhi persaingan dengan menambah pasokan di pasar domestik. Sebagai dampaknya lebih banyak tekanan pada harga dan profitabilitas di pasar domestik. Sebaliknya impor meningkatkan pilihan bagi konsumen. Mereka memiliki lebih banyak alternatif selain produk lokal. Sehingga, mereka lebih mungkin untuk mendapatkan produk yang lebih murah atau lebih berkualitas, sesuai dengan preferensi mereka. Sementara itu, di tingkat makro, impor dapat mempengaruhi indikator seperti inflasi dan nilai tukar. Mereka juga mewakili kebocoran di mana pendapatan yang tercipta di perekonomian domestik mengalir keluar dan tidak bisa digunakan untuk memproduksi barang dan jasa lebih lanjut.

 

1. Dampak impor terhadap persaingan :

Impor meningkatkan persaingan di pasar. Produsen domestik harus menghadapi pemain asing melalui produk yang mereka kirimkan ke pasar domestik. Sebagai hasilnya, produsen domestik tidak hanya bersaing di antara mereka. Tapi, mereka juga harus bersaing dengan produk impor.

Produk impor memaksa produsen domestik untuk meningkatkan daya saing. Mereka seharusnya berinovasi untuk menciptakan produk yang lebih murah atau lebih berkualitas. Sebaliknya, misalnya, jika mereka beroperasi pada biaya yang mahal, mereka berada pada posisi yang kurang menguntungkan. Akibatnya, konsumen domestik kemungkinan akan memilih produk impor karena lebih murah.

Begitu juga, konsumen mungkin memilih produk impor karena lebih unik. Mereka menawarkan fitur atau atribut lain, yang mana superior dibandingkan dengan produk lokal. Akibatnya, produk lokal sulit menandingi mereka, mengalihkan permintaan dari produsen lokal ke mereka.

 

2. Dampak impor terhadap harga : 

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, impor menambah stok pasokan di pasar domestik, selain yang berasal oleh produsen domestik. Sehingga, kenaikan impor meningkatkan pasokan pasar. Sebab akibat termasuk juga harga pasar akan turun sebagaimana hukum penawaran katakan. 

Sebaliknya, penurunan impor mengurangi pasokan. Jika produsen domestik tidak mampu meningkatkan pasokan untuk mengimbangi kekurangan tersebut, harga pasar akan naik.

 

3.Dampak impor terhadap profitabilitas :

Impor membawa pasokan baru ke pasar domestik, menurunkan harga dan menekan profitabilitas. Situasi tersebut mungkin memaksa produsen domestik untuk menurunkan harga demi bersaing secara efektif dengan produk impor. Tanpa melakukannya, konsumen akan beralih ke produk impor.

Penurunan harga mengakibatkan margin keuntungan menjadi lebih rendah. Akibatnya, produsen domestik memperoleh keuntungan yang lebih rendah daripada sebelumnya. Begitu juga, ketika produk impor lebih berkualitas, produsen domestik harus berinvestasi lebih banyak dalam riset dan pengembangan. Mereka harus membuat produk mereka lebih unik untuk memikat konsumen domestik untuk terus membeli. Tanpa investasi semacam itu konsumen beralih ke produk impor karena lebih menarik. 

Namun investasi semacam itu mengkonsumsi biaya. Sehingga, produsen domestik mungkin menawarkan keunikan, sama kompetitifnya dengan produk impor. tapi, mereka mungkin tidak seefisien produsen di luar negeri.

 

4. Dampak impor terhadap konsumen :

Impor menjadi cara kita untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Misalnya, produsen domestik mungkin tidak memproduksi barang atau jasa yang kita butuhkan. Sehingga, kita harus membelinya dari luar negeri. Singkat cerita, kita bisa meningkatkan kualitas hidup kita dengan memenuhi apa yang kita butuhkan dan inginkan melalui impor.

Impor memberi kita lebih banyak pilihan. Kita bisa mendapatkan dan barang yang lebih murah atau berkualitas lebih tinggi daripada produk domestik. Sehingga, kita mendapatkan apa yang kita sukai. Selain itu, impor memaksa produsen domestik meningkatkan daya saing dengan berinovasi. Mereka harus menurunkan biaya atau meningkatkan kualitas produk agar untuk menarik pelanggan domestik dan mengamankan posisi pasar mereka. Sebagai hasilnya, inovasi tersebut pada akhirnya berkontribusi pada lebih banyak produk domestik yang lebih murah atau berkualitas.

 

5. Dampak impor terhadap teknologi : 

Impor merupakan saluran bagi transfer teknologi dan juga pengetahuan. Ketika produsen domestik membeli barang modal seperti mesin berteknologi tinggi, mereka tidak hanya membeli barang secara fisik. Tapi, mereka juga mengimpor pengetahuan know-how, memastikan mesin digunakan dengan benar. Namun memang tidak semua tekonologi dengan mesin tersebut diimpor. Misalnya, kita hanya mengimpor pengetahuan tentang cara menggunakan mesin secara efisien. Pengetahuan semacam itu tidak mudah dialihkan. Bahkan, itu tidak sama sekali bisa dilakukan karena produsen mesin berteknologi tinggi seringkali juga akan melindungi produk mereka. Mereka berusaha mencegah pengimpor mencuri ide produk mereka.

Baca Juga: Kenali Dampak Impor Perdagangan Internasional

 

6. Dampak impor terhadap permintaan agregat : 

Mewakili pengeluaran oleh empat sektor makroekonomi: rumah tangga, bisnis, pemerintah dan sektor eksternal. Ekonom merumuskannya sebagai berikut:

Permintaan agregat = Konsumsi rumah tangga + Investasi bisnis + Pengeluaran pemerintah + Ekspor neto ( impor)

 

Meski dalam rumus di atas memiliki tanda negatif, impor tidak menurunkan permintaan agregat. Itu negatif karena kita mengaitkannya dengan berapa banyak output yang diproduksi oleh perekonomian domestik, sehingga, output agregat akan sama dengan permintaan agregat. 

Dalam makroekonomi, permintaan agregat mewakili pengeluaran terhadap barang juga jasa domestik karena alasan ini, itu akan sama dengan output agregat. Pengeluaran tersebut bisa berasal dari pelaku ekonomi domestik (rumah tangga, bisnis dan pemerintah) dan pelaku ekonomi luar negeri (juga mencakup ketiga pelaku ekonomi tersebut.

Namun tidak semua permintaan oleh pelaku ekonomi domestik dipenuhi melalui produksi domestik. Kita harus mengimpor beberapa karena mungkin tidak tersedia di pasar domestik. Atau impor menjadi pilihan yang lebih ekonomis daripada memproduksi barang dan jasa secara domestik. Sehingga, kita lebih menyukai produk impor daripada produk lokal. Sehingga impor mewakili cara kita memenuhi kebutuhan. Kita memasok produk yang kita butuhkan dari luar negeri. Dan itu tidak berarti mengurangi permintaan kita. Contoh misalnya, impor meningkat tidak selalu berarti menurunkan permintaan kita. Sedangkan sebaliknya peningkatan impor bisa menandakan permintaan kita meningkat. Produksi domestik tidak mencukupi, sehingga, kita harus memasoknya dengan mengimpor produk asing.

 

7. Dampak impor terhadap pertumbuhan ekonomi :

Impor mengurangi ketergantungan kita terhadap produksi domestik. Memang saat kita meningkatkan impor peningkatan produksi tidak terjadi di domestik melainkan di luar negeri. Sebagai hasilnya, peningkatan impor merangsang produksi termasuk juga pertumbuhan ekonomi, di negara mitra.

Meskipun demikian peningkatan impor tidak berarti menurunkan pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya jika peningkatan impor mungkin faktor indikasi permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi jangka pendek yang lebih kuat. Jadi ketika perekonomian domestik beroperasi di atas lapangan Kerja penuh, output agregat melebihi output potensial . Sebagai akibatnya, ada kesenjangan output positif. Produksi domestik tidak mencukupi permintaan agregat. Sehingga, untuk menutupi kesenjangan tersebut, meningktkan impor.

 

8.Dampak impor terhadap output jangka panjang : 

Beberapa orang memandang negatif impor. Mereka memiliki argumen tentang itu. Misalnya,impor melemahkan kegiatan bisnis, pengembangan kewirausahaan, dan penciptaan lapangan kerja dalam ekonomi domestik. Melainkan, mereka menciptakan permintaan tambahan bagi perekonomian negara mitra dan menciptakan pekerjaan dan pendapatan di sana. Pendapat tersebut tidak sepenuhnya salah atau benar. Hanya saja, kita harus melihat kembali apa yang kita impor. Sebagaimana saya jelaskan sebelumnya, impor hanya mewakili cara kita memasok barang.

Ketika barang yang kita beli sebagian besar adalah barang konsumsi, ketergantungan tinggi terhadap impor mungkin berdampak negatif. Misalnya, itu menyebabkan industri lokal tidak berkembang karena kita lebih memilih barang impor daripada barang domestik. Ketika berlangsung lama, industri domestik bisa mati, meninggalkan lebih banyak pengangguran.

Tapi jika impor sebagian besar merupakan barang modal, seperti mesin dan peralatan, peningkatannya berkontribusi positif terhadap output agregat jangka panjang. Perekonomian domestik dari akumulasi modal. Faktor untuk kompensasi depresiasi yang lain adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi.  Sehingga ketika perekonomian domestik mengimpor lebih banyak barang modal, kita mengharapkan kapasitas produktif di dalam perekonomian meningkat. Peningkatan kapasitas menggeser kurva Penawaran sangka Panjang ke kanan. Sebagai hasilnya output potensial meningkat. Dan kita bisa menghasilkan lebih banyak barang dan jasa tanpa menghasilkan tekanan inflasi.

Alasan beberapa negara mengenalkan kebijakan substitusi impor untuk membangun industri domestik mereka juga mengurangi ketergantungan terhadap impor. Mereka mendukung kebijakan tersebut melalui subsidi, pajak atau proteksi perdagangan. Mereka berusaha mengalihkan permintaan domestik dari produk impor ke produk lokal. Maka dari itu potensi meningkatkan output potensial, kebijakan substitusi impor adalah kontroversial dalam hubungan internasional dan tidak selalu sukses. Misalnya, proteksi perdagangan dengan menaikkan tarif impor bisa memicu perang dagang. Karena merugikan, negara mitra akan mengambil tindakan serupa sebagai pembalasan. 

 

9.Dampak impor terhadap produk domestik bruto (PDB) : 

Impor tidak berdampak langsung terhadap PDB Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, peningkatan impor tidak berarti menurunkan PDB, indikator untuk pertumbuhan ekonomi.  Sebaliknya, kenaikan impor mungkin menandakan perekonomian sedang tumbuh. Sehingga, kita membutuhkan lebih banyak pasokan impor untuk memenuhi permintaan. Ekonom mengajari kita bagaimana pengeluaran agregat sama dengan output agregat dan pendapatan agregat melalui model aliran melingkar. Berawal dari ini, kita bisa menuliskan PDB sebagai berikut:

  • PDB = Konsumsi rumah tangga + Investasi bisnis + Pengeluaran pemerintah + Ekspor neto (ekspor – impor)

Apa itu PDB? Ini merupakan total nilai pasar untuk hasil output agregat pada tahun tertentu. Atau dengan kata lain, itu mewakili berapa dolar barang dan jasa akhir yang dihasilkan perekonomian domestik selama setahun.

Karena fokus pada output agregat domestik, kita mengurangkan impor dalam perhitungan PDB. Sebaliknya, kita menambahkan ekspor ke dalam perhitungan tersebut. Mengapa keduanya kita lakukan? Menambahkan ekspor dan mengurangi impor ke dalam PDB adalah untuk memastikan kita hanya menghitung produksi dalam negeri.

 

Baca Juga: Cara Menghitung Kubikasi Agar Import Semakin Mudah

Bagikan

Artikel Terkait

Marketplace Asal China yang Paling Populer | Natindo Cargo
Baca Selengkapnya
Jangan Salah Pilih Jasa Forwarder Percayakan Dengan Tim Profesional Kami
Baca Selengkapnya
4 Cara Bayar Pajak Impor dari Alibaba
Baca Selengkapnya
Cara Impor Mainan Anak dari China
Baca Selengkapnya
FCL dan LCL dalam Dunia Ekspedisi: Pengertian dan Perbedaannya
Baca Selengkapnya
Mengapa Produk dari China Bisa Lebih Murah?
Baca Selengkapnya
Konsultasi Gratis Sekarang!